Return to site

Dampak Negatif Ketagihan Bermain Judi Berujung Bunuh Diri

Masyarakat merupakan makluk sosial, dimana masyarakat tak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan. Salah satu contohnya saja dalam kegiatan mencari uang dengan berjualan. Tidak ada pembeli maka penjual tidak ada pemasukkan sebaliknya, tidak ada penjual maka pembeli tidak akan terpenuhi kebutuhan atau keinganannya. Begitulah contoh sederhana dan sangat umum kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Orang dewasa atau anak muda sudah banyak ditemui yang berusaha mencari pendapatan sendiri. Berbagai usaha dikeluarkan, berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan uang. Dengan uang, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya, apalagi orang dewasa yang sudah berkeluarga harus memenuhi kebutuhan dalam lingkup keluarganya dan mencari uang tidak mudah.

Masyarakat Sering Kali Mengeluh

Ada masyarakat yang pengangguran mengeluh karena tidak ada pekerjaan, bahkan pada saat sudah bekerja pun ada juga banyak keluhan yang disampaikan. Pada umumnya keluhan ada yang karena suasana tidak nyaman dengan atasan atau sesama karyawan, pendapatan yang kurang atau sedikit, kerjaan yang sulit dan masih banyak lagi. Memang begitu nyatanya ketika mencari uang, banyak orang yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses, memiliki kekayaan berlimpah dengan hidup yang mewah. Namun perlu diingat kembali, untuk mendapatkan impiannya tersebut mereka perlu berusaha keras, tekun dan hemat. Tetapi banyak sekali masyarakat yang menggunakan cara salah atau instan yang berbeda dengan harapan dan adanya merugikan dirinya.

Cara yang banyak dilakukan oleh masyarakat agar bisa mendapatkan uang dengan mudah dan cepat adalah bermain judi. Masyarakat mana yang tidak mengenal permainan populer ini, permainan populer ini menjadi permainan yang terlarang dan dianggap dapat memberikan dampak buruk. Namun ketika mencoba dan menjadi ketagihan bermain judi pun sudah sangat dilepaskan kebiasaannya. Banyak masyarakat yang bukannya mendapatkan keuntungan, namun adanya kerugian dan sampai-sampai meminjam uang dengan orang sekitarnya atau yang dikenal dengan hutang. Dimana masyarakat yang sudah ketagihan dan ingin bermain lagi namun tidak ada uang, sampai-sampai meminjam uang dan menjanjikan akan segera mengembalikkan sejumlah uang yang pinjamannya dengan secepat mungkin.

- Alasan Pada Saat Meminjam Uang

Masyarakat yang sudah ketagihan jika dalam sehari atau seminggu itu tidak bermain sangat mustahil. Namun pada saat sudah tidak memiliki uang dan merasa hoki. Masyarakat ini akan mencari target orang sekitar yang dia harapkan bisa meminjamkan sejumlah dana kepadanya. Ketika berhasil menumuinya, pasti ada alasan yang digunakan saat ingin meminjam uang. Menggunakan nada yang halus dan sopan ketika ingin menyampaikan permohonannya. Alasan yang biasanya sering disampaikan itu karena uang sedang habis dan sangat membutuhkannya sekali biasanya masih jujur karena ingin bermain judi. Alasan selanjutnya yang digunakan adalah untuk membiayai keluarganya yang sedang sakit. Alasan yang satu ini hanyalah suatu kebohongan.

- Tak Dapat Membayar Hutang Tepat Waktu

Saat menyampaikan permohonannya, masyarakat biasanya akan berusaha untuk memohon belas kasihan dari targetnya. Agar targetnya bisa merasa kasihan dan peduli kepadanya sehingga dapat meminjamkan sejumlah dana yang diperlukan olehnya. Untuk menyakinkan, masyarakat yang ketagihan bermain judi dan ingin meminjam dana sering menyampaikan janji agar mengembalikan uang tersebut dengan secepat mungkin. Biasanya masyarakat sangat percaya diri bahwa dia akan menang dan bisa mengganti uang pinjamannya. Pada saat berhasil mendapatkan sejumlah uang, masyarakat pun segera pergi bermain judi. Tetapi keberuntungan tidak berpihak dan harus kalah tanpa sedikit keuntungan. Sangat jarang ditemui orang yang hutang untuk bermain judi dapat mengembalikan uang tepat waktu.

- Gantung Diri atau Minum Obat Nyamuk

Karena tidak ada uang untuk menggantinya, biasanya masyarakat akan meminjam dana lain dengan orang sekitarnya lagi. Biasanya orang yang ketagihan judi ini sering meminjam uang atau hutang lebih dari satu orang. Pada saat ditagih, biasanya kabur dan banyak beralasan sampai-sampai dibenci dan dijauhi orang-orang. Tentunya pada keadaan tersebut pastinya ada mendapatkan tekanan dan sampai stress. Merasa takut karena sering ditagih dan tak dapat mengembalikan sejumlah uang yang dipinjamnya ada yang sampai melarikan diri ke berbagai wilayah atau negara. Ada juga yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, biasanya ada yang gantung diri atau meminum bahan kimia seperti obat nyamuk.

Bersyukurlah

Saya dan masyarakat lainnya yang tidak ketagihan atau tidak tertarik pada permainan judi ini. Sangat merasa kasihan kepada masyarakat yang ketagihan bermain judi yang telah mendapatkan dampak negatif dalam hidupnya. Padahal jika orang yang sudah diatas 30 tahun sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang boleh dilakukan olehnya dan mana yang tidak boleh. Jika sampai mengakhiri hidupnya itu sangat kasihan karena tidak dapat memanfaatkan waktu semasa hidupnya dengan baik. Bunuh diri juga bukan solusi, karena malu juga apabila meninggal karena terjerit hutang dan ini sudah banyak diungkapkan masyarakat lainnya. Bersyukurlah jika ada yang bisa meninggalkan permainan judi.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly